Kamis, 30 Desember 2010

Duka Malam Kasih

malam terasa dingin diiringi kristalan salju yang turun. Ku lihat seorang anak laki-laki bersama sang ayah berbelanja di sebuah supermaket. saat ayahny sedang sibuk memilih hiasan pohon natal anak itu berjalan menuju ke toko boneka. Ia berniat membeli sebuah boneka untuk adik perempuannya dan membeli karangan bunga lili putih untuk ibunya. Saat ia msuk ke dalam toko tersebut ayahnya memanggilnya dan berkata "cepatlah sebelum ibu dan adik mu berangkat ke kota". dengan bergegas ia membeli dan mengambil uang disakunya namun uangnya tak cukup untuk membeli boneka yang diinginkan. "Tolonglah biarkan saya membeli boneka ini untuk adik saya sebelum ia pergi kekota malam ini" laki-laki itu memhon kepada penjaga toko tersebut. penjaga itu hanya menatapny dan menggelengkan kepala yang berati tidak. dengan raut wajah yang sedih ia berjalan pelan meninggalkan toko tersebut sambil masih menatap boneka itu.  "andai aku bisa mngabulkan keinginan laki-laki itu" ucap ku dalam hati, aku bergegas masuk kedalam toko itu dan membeli bonekanya,namun laki-laki itu sudah tak tampak saat aku akan memberikan boneka itu padanya. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang,dalam perjalanan pulang ku lihat sebuah mobil yang kecelakaan, dan ku dengar dari orang-orang yang menyaksikanya ada seorang perebersama anak perempuan kecil meninggal,sekilas  aku teringat akan laki-laki itu. Keesokan harinya aku putuskan untuk melawat ke rumah duka tersebut. Ku lihat sosok laki-laki yang tadi malam di toko boneka sedang menangis disamping peti seorang anak perempuan. Aku bendekatinya laki-laki itu dan memberikan bonekanya." Berikanlah boneka ini pada adik mu " Ia meletakan boneka itu disamping adiknya<dan menggenggamkan bunga lili yang ia belinya. Dengan kesedihan melihat sosok laki-laki itu terisak-isak aku mangantar pemakaman ibu dan adik repempuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar