Senin, 10 Januari 2011
Arti kehidupan
Kehidupan tak slalu menjadi sempurna seperti apa yang slalu diinginkan oleh setiap makhluk hidup. Bagai debu yang ditiup oleh angin,kehidupan terbang dan akan berhenti saat takdir akan menghentikanya. Diatas bumi kaki ku berpijak dan melangkah menapak mencari apa itu kehidupan. Saat kuberjalan ku menatap sebuah pohon besar yang ku temui dalam perjalanan ku dan ku tanya pa tu arti kehidupan padany dan ia menjawab" Kehidupan hanyalah tumbuh saat ada setetes embun".Setelah mendapatkan jawaban itu aku pergi dan kembali melanjutkan langkah ku. Namun di tengah jalan aku bertemu dengan seekor burung merpati yang sedanng terbang, saat ku tnya padanya apa arti kehiduan itu ia menjawab" Terbanglah engkau jika bisa saat itu kamu akan tau arti kehidupan". Jawaban dari pohon dan merpati itu tak dapat memuaskan hati yang penuh akan tanya. Lama aku berjalan kini siang bergulir menjadi malam. Langkah ku terhenti disebuah gubuk kecil, saat ku rebah kan raga yang telah berjalan, aku melihat setitik cahaya di tengah langit malam yang hitamm aku bercerita padany apa yang aku dapat dalam perjalanan ku, dan ku pertanyakan pertanyaan ku padanya, ia menjawab" Kehidupan bukan hanya tumbuh atau terbang,arti kehidupan bagi setiap makhluk itu berbeda dan engkau akan tau apa arti kehidupan saat kau bisa menggunakan setiap hembus nafas mu dengan perbuatan yang baik".
Kamis, 06 Januari 2011
Bintang Harapan
Di tengah germelap sebuah kota bersautan suara semarak tahun baru bergantian petasan diluncurkan ke udara mewarnai langit malam yang bertabukan bintang-bintang yang berkelip. Sorak soraiya suara orang menyambut malam pergantian tahun ini. Namun tak terlihat sedikitpun kebahagiaan di raut wajah seseorang yang laki-laki yang sedang duduk diemperan sebuah toko yang tutup. Raut wajahnya begitu lusuh dengan pakaian yang hampir bisa dimkatakan compang camping. Andi itulah nama yang ia miliki,seorang pemuda yang dulu sering aku lihat begitu pandai dan rupawan,menjadi panutan teman-temannya kini ia hanya seorang pemuda yang hidup di jalanan. Terkadang aku sering menemaninya berbicang-bincang saat aku mempunyai waktu senggang,memang terasa sedih saat aku mendenggarkan ceritanya tentang keluarga yang dulu ia miliki,begitu bahagia dalam keluarganya mulai hancur saat ayahnya pergi meninggalan ibunya,hidupnya mulai kacau sejak saat itu.
Aku berjalan menghampirinya dan duduk di sampingnya sembari melihat petasan tang mewarnai langit, "Bukankah itu indah,setiap tahun perayaan tahun baru semakin meriah?" Tanya ku padanya. Namun tak ada sedikitpun tanggapan darinya.
Selang beberapa saat ia mulai berbicara,"Ya mungkin,namun tahun ini juga tak akan mengubah apapun". jawabny begitu singkat,ia berdiri dan berjalan pergi. Aku mengikuti langkahnya kakinya dari belakang.
" Kenapa kamu tidak mencoba untuk merubahnya sendiri?" Pertanyaanku membuat langkahnya terhenti. "Apa kamu tak ingin berubah dari dirimu yang sekarang?" lanjutku bertanya padanya.
"Apa yang bisa aku lakukan jika ini adalah takdirku?" Kayanya tanpa sedikitpun menoleh padaku. Ia mulai melanjutkan langkahnya,entah kemana langkahnya akan pergi aku tetap mengikutinya."Lihatlah semua ini!" langkahnya terhenti di bangunan kosong yang dahulu sebuah pasar terlihat banyak anak-anak jalanan dan para gelandangan yang tinggal. "Mereka semua mempunyai takdir yang sama seperti aku". Kami berdua duduk di depan bangunan yang dahulu sebuah kios.
"Ini bukan takdir".ucapku singkat padanya. "ini bukan takdir mu aatau takdir mereka,namun ini adalah nasib,nasib yanfg sama antara kau dan mereka". lanjut ucapan ku tanpa sedikit pun aku melihatnya namun aku tau ia mendengarkan apa yang aku katakan.
"Nasib atau takdir itu sama." Katanya sinkat dan lantang.
"kedua itu tidaklah sama,taktir memang tak dapat di ubah namun nasib hanya diri kita yang bisa mengubahnya, slma kita berusaha untuk merubahnya." Sautku dengan terang." Lihatlah bitang itu". ucap ku menunjuk satu bintang di langit yang redup." Sinarnya redup,ia bernasip sama dengan mu". andi mulai menatap bintang-bintang yang aku tunjukkan. "Dan lihatlah bintang yang bersinar sangat terang di sebelah sana, itu adalah bintang harapan. Bintang itu mempunyai harapan
ingin mejadi bintang yang paling terang diantara bintang-bintang lainya".
"Apa yang kamu mengerti tentang mereka?"
"Aku sering berbicara pada meraka?"
"Bagaimana?"
"Seperti halnya kunang-kunang mereka berkomunikasi antara satu dengan yang lainya dengan cahaya mereka sendiri. Saat kamu ingi berbicara dan mengerti bintang-bitang itu, coba pahamilah sinar mereka." Jelas ku padanya.
"Apa aku bisa seperti bintang yang terang itu?" Tanyanya dengan mata yang menatapku.
"Selama kau ingin berusaha mewujudkan harapan mu".
Sejak saat itu pemuda yang dulu sering dengan harapan kosongMmenjadi bintang yang penuh dengan harapan.
Aku berjalan menghampirinya dan duduk di sampingnya sembari melihat petasan tang mewarnai langit, "Bukankah itu indah,setiap tahun perayaan tahun baru semakin meriah?" Tanya ku padanya. Namun tak ada sedikitpun tanggapan darinya.
Selang beberapa saat ia mulai berbicara,"Ya mungkin,namun tahun ini juga tak akan mengubah apapun". jawabny begitu singkat,ia berdiri dan berjalan pergi. Aku mengikuti langkahnya kakinya dari belakang.
" Kenapa kamu tidak mencoba untuk merubahnya sendiri?" Pertanyaanku membuat langkahnya terhenti. "Apa kamu tak ingin berubah dari dirimu yang sekarang?" lanjutku bertanya padanya.
"Apa yang bisa aku lakukan jika ini adalah takdirku?" Kayanya tanpa sedikitpun menoleh padaku. Ia mulai melanjutkan langkahnya,entah kemana langkahnya akan pergi aku tetap mengikutinya."Lihatlah semua ini!" langkahnya terhenti di bangunan kosong yang dahulu sebuah pasar terlihat banyak anak-anak jalanan dan para gelandangan yang tinggal. "Mereka semua mempunyai takdir yang sama seperti aku". Kami berdua duduk di depan bangunan yang dahulu sebuah kios.
"Ini bukan takdir".ucapku singkat padanya. "ini bukan takdir mu aatau takdir mereka,namun ini adalah nasib,nasib yanfg sama antara kau dan mereka". lanjut ucapan ku tanpa sedikit pun aku melihatnya namun aku tau ia mendengarkan apa yang aku katakan.
"Nasib atau takdir itu sama." Katanya sinkat dan lantang.
"kedua itu tidaklah sama,taktir memang tak dapat di ubah namun nasib hanya diri kita yang bisa mengubahnya, slma kita berusaha untuk merubahnya." Sautku dengan terang." Lihatlah bitang itu". ucap ku menunjuk satu bintang di langit yang redup." Sinarnya redup,ia bernasip sama dengan mu". andi mulai menatap bintang-bintang yang aku tunjukkan. "Dan lihatlah bintang yang bersinar sangat terang di sebelah sana, itu adalah bintang harapan. Bintang itu mempunyai harapan
ingin mejadi bintang yang paling terang diantara bintang-bintang lainya".
"Apa yang kamu mengerti tentang mereka?"
"Aku sering berbicara pada meraka?"
"Bagaimana?"
"Seperti halnya kunang-kunang mereka berkomunikasi antara satu dengan yang lainya dengan cahaya mereka sendiri. Saat kamu ingi berbicara dan mengerti bintang-bitang itu, coba pahamilah sinar mereka." Jelas ku padanya.
"Apa aku bisa seperti bintang yang terang itu?" Tanyanya dengan mata yang menatapku.
"Selama kau ingin berusaha mewujudkan harapan mu".
Sejak saat itu pemuda yang dulu sering dengan harapan kosongMmenjadi bintang yang penuh dengan harapan.
Langganan:
Postingan (Atom)