Minggu, 24 Juli 2011

kepercayaan tak ada

Saat harapan hilang
Saat itulah kepercayaan musnah
Saat mimpi hanyalah fiksi
Saat itulah kepercayaan hancur

Kamis, 05 Mei 2011

Saat Kau Kembali

To : Someone

Syair-syair kerinduan ku tulis dalam setiap halaman hari ku
Penantian yang telah lama ku lalui kini telah berujung
Kau kembali untuk ku
Dari sekian tahun kau tak memandang ku

Bintang-bintang menyambut mu kembalu dengan kiasan cahaya mereka
Sayu lirih angin mengiringi senandung cinta ku untuk mu
Ku berjalan menemui cinta ku di hati mu
Tak pernah aku lupa dengan tatapan mata itu
Tatapan mata yang dimana aku selalu melihat keindahan cinta

Tak akan ada yang menggantikan diri mu
Aku disini menyambut mu dengan cinta ku 
 Rindu ku hanya milik mu 
Kerinduanku tak akan pernah terobati
Bila engkau tak menjadi milik ku

Wahai kasih ku dengarkan lah
Cinta ku hanya untuk mu 
Setiap hembus nafas ku lirih memanggil mu

Kau lah slama ini penantian ku
Jangan pergi dari ku lagi
Ingin ku penantian ku berakhir pada mu
Terbanglah bersama ku dengan sayap-sayap cinta kita

Minggu, 17 April 2011

Syair - Syair isi hati ku

Tersenyumlah saat engkau mengingatku        
Karna saat itu aku sangat merindukan mu                
Dan menangisalah saat kau merindukan ku 
Karna saat itu aku tak berada disamping mu


Pejamkanlah mata indah mu itu
Karna saat itu  aku akan terasa didekat mu
Kana aku sudah ada didihati mu untuk selamanya
Tak ada yang tersisa lagi untukku
Selain kenangan-kenangan indah bersama mu


 Mata indah yang biasa aku melihat keindahan cinta 
Kini semuanya terasa jauh meninggalkan ku
Kehidupan tersa kosong tanpa keindahan mu
Hati, cinta dan rindu ku adalah mulik mu
Cintamu tak akan pernah membebaskan aku


Bagaimana mungkin aku mencari cinta lain
Disaat sayap-sayap ku telah patah karena mu
Cinta mu kakn tetep tinggal bersama ku
Hingga akhir hayat ku setelah kematian ku
Hingga tangan tuhan menyatukan kita kembali 


Betapapun hati telah berpihak pada sosok terang dalam kegelapan 
Yanng tengah menghidupkan sinar redup ku
Namun, tak dapat menyinari
Dan menghangatkan perasaan ku yang sesungguhnya 


Aku tak pernah bisa menemukan cinta yang lain selain cinta mu
karna mereka tak tertanding dengan sosok mu dalam jiwa ku
Kamu takkan pernah terganti


Bagai pecaha logam, mengekalkan
Kesunyian, Kepedihan, Kesedihan ku 
Kini aku telah kehilangan mu








To : Some one

Pelangi tak pernah seindah dirimu 
Yang selalu bisa memberi warna pada hari-hari ku
Namun, terkadang kau tak bisa menjadi sebuah matahari
Yang selalu bisa menerangi sudut gelap jiwa ku 
Mungkin tak seharusnya aku mengharapkan mu
Karna kini kau telah terbang bersama lirih sayu kekecewaan
sebutir cinta akan terbang dihempas sebuah rintih kesedihan
Walau sering diterima
Namun, satu cinta satu keindahan akan menemani 
kemana engkau pergi. 

Jumat, 15 April 2011

Kepedihan Ku


Kehadiran mu dalam hidupku
membuat segala terasa begitu indah. 
Harapan ku pada mu seakan tak akan pernah terpisahkan.
 Aku dan kamu, dua hati yang menyatu. 

Seperti halnya bintang dan bulan yang selalu
menghiasai langin malam yang penuh kegelapan. 
Senandung-senandung cinta selalu ku selalu melantun untuk mu. 
Syair-syair kerinduan selalu ku tulis dalam hati ku.

Kau bagi embun yang selal menyejukan jiwa ku. 
Kau adalah air yang menghidupkan kembali gersangnya hati. 
Namun kini kau berubah,
kau menjadi api yang selalu menyiksa batin ku. 

Kau berusa menjadi sesuatu yang indah, 
Namun, kau tak tahu ada hati yang terluka
karna keegoisan yang igin kau capai. 
Tak pernah satu saat kau bisa mengerti
perih luka yang kau timbulkan. 
Akankah kau tahu aku merindukan dirimu yang dulu.
Yang selalu membuat cinta ku selalu terasa indah.

Ku mohon pada mu 
Kemballilah jadi bintang ku yang dulu
Cobalah merubah keindahan mu bersama ku
Jaganlah kau membatu dengan egois mu
Aku selalu mencitai mu
Bagaiman pun diri mu.

Senin, 10 Januari 2011

Arti kehidupan

Kehidupan tak slalu menjadi sempurna seperti apa yang slalu diinginkan oleh setiap makhluk hidup. Bagai debu yang ditiup oleh angin,kehidupan terbang dan akan berhenti saat takdir akan menghentikanya. Diatas bumi kaki ku berpijak dan melangkah menapak mencari apa itu kehidupan. Saat kuberjalan ku menatap sebuah pohon besar yang ku temui dalam perjalanan ku dan ku tanya pa tu arti kehidupan padany dan ia menjawab" Kehidupan hanyalah tumbuh saat ada setetes embun".Setelah mendapatkan jawaban itu aku pergi dan kembali melanjutkan langkah ku. Namun di tengah jalan aku bertemu dengan seekor burung merpati yang sedanng terbang, saat ku tnya padanya apa arti kehiduan itu ia menjawab" Terbanglah engkau jika bisa saat itu kamu akan tau arti kehidupan". Jawaban dari pohon dan merpati itu tak dapat memuaskan hati yang penuh akan tanya. Lama aku berjalan kini siang bergulir menjadi malam. Langkah ku terhenti disebuah gubuk kecil, saat ku rebah kan raga yang telah berjalan, aku melihat setitik cahaya di tengah langit malam yang hitamm aku bercerita padany apa yang aku dapat dalam perjalanan ku, dan ku pertanyakan pertanyaan ku padanya, ia menjawab" Kehidupan bukan hanya tumbuh atau terbang,arti kehidupan bagi setiap makhluk itu berbeda dan engkau akan tau apa arti kehidupan saat kau bisa menggunakan setiap hembus nafas mu dengan perbuatan yang baik".

Kamis, 06 Januari 2011

Bintang Harapan

Di tengah germelap sebuah kota bersautan suara semarak tahun baru bergantian petasan diluncurkan ke udara mewarnai langit malam yang bertabukan bintang-bintang yang berkelip. Sorak soraiya suara orang menyambut malam pergantian tahun ini. Namun tak terlihat sedikitpun kebahagiaan di raut wajah seseorang yang laki-laki yang sedang duduk diemperan sebuah toko yang tutup. Raut wajahnya begitu lusuh dengan pakaian yang hampir bisa dimkatakan compang camping. Andi itulah nama yang ia miliki,seorang pemuda yang dulu sering aku lihat begitu pandai dan rupawan,menjadi panutan teman-temannya kini ia hanya seorang pemuda yang hidup di jalanan. Terkadang aku sering menemaninya berbicang-bincang saat aku mempunyai waktu senggang,memang terasa sedih saat aku mendenggarkan ceritanya tentang keluarga yang dulu ia miliki,begitu bahagia dalam keluarganya mulai hancur saat ayahnya pergi meninggalan ibunya,hidupnya mulai kacau   sejak saat itu.
Aku berjalan menghampirinya dan duduk di sampingnya sembari melihat petasan tang mewarnai langit, "Bukankah itu indah,setiap tahun perayaan tahun baru semakin meriah?" Tanya ku padanya. Namun tak ada sedikitpun tanggapan darinya.
Selang beberapa saat ia mulai berbicara,"Ya mungkin,namun tahun ini juga tak akan mengubah apapun". jawabny begitu singkat,ia berdiri dan berjalan pergi. Aku mengikuti langkahnya kakinya dari belakang.
" Kenapa kamu tidak mencoba untuk merubahnya sendiri?" Pertanyaanku membuat langkahnya terhenti. "Apa kamu tak ingin berubah dari dirimu yang sekarang?" lanjutku bertanya padanya.
"Apa yang bisa aku lakukan jika ini adalah takdirku?" Kayanya tanpa sedikitpun menoleh padaku. Ia mulai melanjutkan langkahnya,entah kemana langkahnya akan pergi aku tetap mengikutinya."Lihatlah semua ini!" langkahnya terhenti di bangunan kosong yang dahulu sebuah pasar terlihat banyak anak-anak jalanan dan para gelandangan yang tinggal. "Mereka semua mempunyai takdir yang sama seperti aku". Kami berdua duduk di depan bangunan yang dahulu sebuah kios.
"Ini bukan takdir".ucapku singkat padanya. "ini bukan takdir mu aatau takdir mereka,namun ini adalah nasib,nasib yanfg sama antara kau dan mereka". lanjut ucapan ku tanpa sedikit pun aku melihatnya namun aku tau ia mendengarkan apa yang aku katakan.
"Nasib atau takdir itu sama." Katanya sinkat dan lantang.
"kedua itu tidaklah sama,taktir memang tak dapat di ubah namun nasib hanya diri kita yang bisa mengubahnya, slma kita berusaha untuk merubahnya." Sautku dengan terang." Lihatlah bitang itu". ucap ku menunjuk satu bintang di langit yang redup." Sinarnya redup,ia bernasip sama dengan mu". andi mulai menatap bintang-bintang yang aku tunjukkan. "Dan lihatlah bintang yang bersinar sangat terang di sebelah sana, itu adalah bintang harapan. Bintang itu mempunyai harapan
 ingin mejadi bintang yang paling terang diantara bintang-bintang lainya".
"Apa yang kamu mengerti tentang mereka?"
"Aku sering berbicara pada meraka?"
"Bagaimana?"
"Seperti halnya kunang-kunang mereka berkomunikasi antara satu dengan yang lainya dengan cahaya mereka sendiri. Saat kamu ingi berbicara dan mengerti bintang-bitang itu, coba pahamilah sinar mereka." Jelas ku padanya.
"Apa aku bisa seperti bintang yang terang itu?" Tanyanya dengan mata yang  menatapku.
"Selama kau ingin berusaha mewujudkan harapan mu".
Sejak saat itu pemuda yang dulu sering dengan harapan kosongMmenjadi bintang yang penuh dengan harapan.

Kamis, 30 Desember 2010

Duka Malam Kasih

malam terasa dingin diiringi kristalan salju yang turun. Ku lihat seorang anak laki-laki bersama sang ayah berbelanja di sebuah supermaket. saat ayahny sedang sibuk memilih hiasan pohon natal anak itu berjalan menuju ke toko boneka. Ia berniat membeli sebuah boneka untuk adik perempuannya dan membeli karangan bunga lili putih untuk ibunya. Saat ia msuk ke dalam toko tersebut ayahnya memanggilnya dan berkata "cepatlah sebelum ibu dan adik mu berangkat ke kota". dengan bergegas ia membeli dan mengambil uang disakunya namun uangnya tak cukup untuk membeli boneka yang diinginkan. "Tolonglah biarkan saya membeli boneka ini untuk adik saya sebelum ia pergi kekota malam ini" laki-laki itu memhon kepada penjaga toko tersebut. penjaga itu hanya menatapny dan menggelengkan kepala yang berati tidak. dengan raut wajah yang sedih ia berjalan pelan meninggalkan toko tersebut sambil masih menatap boneka itu.  "andai aku bisa mngabulkan keinginan laki-laki itu" ucap ku dalam hati, aku bergegas masuk kedalam toko itu dan membeli bonekanya,namun laki-laki itu sudah tak tampak saat aku akan memberikan boneka itu padanya. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang,dalam perjalanan pulang ku lihat sebuah mobil yang kecelakaan, dan ku dengar dari orang-orang yang menyaksikanya ada seorang perebersama anak perempuan kecil meninggal,sekilas  aku teringat akan laki-laki itu. Keesokan harinya aku putuskan untuk melawat ke rumah duka tersebut. Ku lihat sosok laki-laki yang tadi malam di toko boneka sedang menangis disamping peti seorang anak perempuan. Aku bendekatinya laki-laki itu dan memberikan bonekanya." Berikanlah boneka ini pada adik mu " Ia meletakan boneka itu disamping adiknya<dan menggenggamkan bunga lili yang ia belinya. Dengan kesedihan melihat sosok laki-laki itu terisak-isak aku mangantar pemakaman ibu dan adik repempuanya.